Kuliah Sambil Kerja, Begini Tips Menjalaninya

Kuliah sambil kerja bukan hanya dijalankan oleh mahasiswa di luar saja lho. Umumnya mereka terpaksa bekerja karena memiliki pinjaman uang untuk membayar biaya kuliah. Sementara di Indonesia tuntutannya pun berbeda- beda.

Agar bisa tetap sukses kuliah dan bisa memenuhi kebutuhan finansial dari kerja sampingan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti ulasan berikut ini:

Kuliah tetap jadi prioritas utama

Semudah apapun pekerjaan sampingan dan sebesar apapun upah yang didapatkan tetap saja kuliah jadi prioritas utama. Jangan sampai keasyikan bekerja justru jadi mengabaikan kuliah. Bukan rahasia umum lagi jika beberapa orang justru malah lupa kuliah karena sibuk bekerja.

Itulah mengapa di luar negeri pun ada batas waktu yang diberikan bagi para mahasiswa yang memang ingin bekerja atau mendapatkan pekerjaan sampingan. Umumnya, mereka tidak bisa bekerja secara penuh seperti para pekerja reguler karena aturan yang ketat dari pemerintah.

Informasikan kepada perusahaan jika kamu masih kuliah

Bagi beberapa mahasiswa yang magang rata-rata bisa menghabiskan waktunya di perusahaan antara tiga sampai dengan satu tahun. Tergantung kebijakan kampusnya masing-masing. Malahan ada juga kelas khusus karyawan yang diselenggarakan pada malam hari atau setiap akhir pekan.

Sementara bagi yang kuliah reguler, tetap harus menginformasikan kepada perusahaan agar perusahaan bisa memberikan dispensasi untuk hal-hal tertentu misalnya jika ada jadwal bimbingan di kampus atau jika ada tugas kampus yang memang harus dikerjakan.

Dengan begitu perusahaan juga bisa menempatkan anak magang atau mahasiswa yang sedang bekerja dengan job desk yang lebih rasional sehingga mereka tetap bisa bekerja tanpa harus melupakan kuliahnya.

Gunakan waktu luang di kantor untuk mengerjakan tugas

Ada masanya ketika bekerja memiliki waktu luang. Jika tidak dimanfaatkan untuk bersosialisasi dengan rekan kerja atau para senior di kantor, kamu bisa menggunakan waktu luang tersebut untuk mengerjakan tugas.

Umumnya anak magang yang berada di institusi pemerintahan tidak mendapatkan beban kerja seberat di perusahaan swasta. Hal tersebut bisa terjadi karena perbedaan bayaran. Karena ada juga perusahaan yang memberikan uang lelah.

Sementara di institusi pemerintahan umumnya tidak ada uang lelah seperti yang diberikan di perusahaan swasta. Akan tetapi kebijakan tersebut bisa saja berbeda di masing-masing institusi.

Jangan lupa istirahat yang cukup

Sekeras apapun bekerja di kantor dan segiat apapun belajar di kampus tetap harus mengutamakan kesehatan dengan istirahat yang cukup.

Tubuh akan mengirimkan sinyal-sinyal alami ketika merasa lelah dan butuh istirahat. Tetap jaga kesehatan dengan berolahraga secara teratur dan makan makanan yang seimbang.

Belajar mengembangkan usaha sambil mengumpulkan modal

Kesempatan menjadi anak magang bukan hanya bisa mengembangkan jaringan tetapi juga peluang untuk mencoba mengembangkan usaha. Usaha yang dijalankan bisa berkaitan dengan perusahaan tempat kerja atau tempat magang. Contohnya saja dengan berjualan sarapan atau makan siang untuk karyawan dengan harga yang lebih terjangkau atau berjualan pulsa.

Ada banyak peluang yang sebenarnya bisa dicoba meskipun masih berstatus sebagai anak magang. Malahan sudah ada contoh yang tetap bisa melakoni kuliahnya sambil bekerja secara online. Peluang usaha online pun saat ini masih terbuka lebar. Terlebih semakin mudah mendapatkan modal usaha.

Selain dari lembaga keuangan seperti bank, kamu juga bisa memanfaatkan fintech terkemuka untuk mendapatkan modal usaha. Contohnya seperti yang ditawarkan Kredivo. Kredivo menawarkan pinjaman uang mini dan jumbo dengan minimal pinjaman mulai dari Rp500 ribu hingga sesuai dengan kredit limit yang didapatkan.

Kredivo memberikan kredit limit maksimal hingga Rp30 juta. Dengan potensi modal seperti itu tentu peluang yang bisa dimanfaatkan dengan baik. Kelebihan lainnya karena Kredivo sudah terdaftar di OJK dengan nomor registrasi S-236 / NB.213 / 2018.

Cara daftarnya juga cukup mudah. Tinggal download saja aplikasinya di Google Play Store maupun App Store. Setelah itu tinggal ikuti saja prosedur pendaftarannya dengan sangat mudah.

  1. Buka aplikasi Kredivo
  2. Pilih akun Premium Reguler
  3. Foto KTP (Data harus terlihat jelas)
  4. Foto selfie diri dengan wajah terlihat jelas
  5. Sambungkan akun e-commerce untuk bukti tempat tinggal
  6. Upload NPWP sebagai dokumen bukti penghasilan
  7. Lengkapi data dengan benar
  8. Tunggu konfirmasi dalam waktu 1×24 jam

Nah, syarat-syaratnya juga nggak ribet kok. Berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) dan bisa dibuktikan dengan kartu identitas (KTP). Berusia antara 18 sampai 60 tahun.Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi dan Cirebon. Punya penghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Setelah itu tinggal tunggu konfirmasi menjadi memberi Kredivo. Setelah proses pendaftaran disetujui, kamu bisa langsung mengecek kredit limit yang disetujui oleh Kredivo. Pinjaman uang mini dan jumbo dari Kredivo bisa dicicil dengan ospi 3 dan 6 bulan sehingga menawarkan pilihan yang lebih fleksibel.

Perlu diketahui bahwa bunga cicilan kredit online dari Kredivo sebesar 2.95% per bulan. Jadi, pastikan memilih tenor yang sesuai ya. Tidak ada batasan limit transaksi selama masih ada sisa saldo yang bisa digunakan.