Penyebab Keringat Dingin dan Tips Mengatasinya

Berkeringat merupakan hal yang wajar bagi tubuh setelah Anda melakukan beberapa kegiatan misalnya olahraga, mengangkat beban, bergerak dengan cepat, bergerak terus menerus hingga kepanasan. Keringat yang keluar dari tubuh sebagai bentuk penyesuaian suhu tubuh misalnya karena Anda berada di lokasi yang panas. Setelah Anda melakukan kegiatan, Anda juga akan berkeringat karena keringat merupakan sisa pembakaran kalori yang dikeluarkan dari pori-pori kulit. Bagi orang yang berolahraga untuk alasan membakar lemak, banyak berkeringat akan semakin baik karena merupakan tanda banyaknya lemak yang terbakar. Namun bagaimana jika yang keluar adalah keringat dingin atau dalam istilah kedokteran disebut diaporesis?

Jika keringat biasa hanya datang setelah Anda melakukan kegiatan yang memerlukan tenaga besar atau jika Anda berada di lingkungan panas, diaporesis bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Diaporesis sendiri juga merupakan reaksi tubuh akan sesuatu baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. Penyebab diaporesis bisa berupa sebab psikis dan sebab fisik sehingga Anda bisa mengalaminya kapanpun hal tersebut terjadi. Ini juga yang membedakannya dengan keringat saat tidur yang keluar hanya pada saat manusia tertidur dan dari semua bagian tubuh. Sedangkan diaporesis umumnya hanya terjadi di bagian tengkuk, telapak tangan, dahi dan telapak kaki.

Sebab diaporesis bisa merupakan penyakit berbahaya, bisa juga merupakan peristiwa yang mempengaruhi psikis orang tersebut. Berikut ini adalah beberapa sebab yang sering menjadikan manusia mengeluarkan keringat dingin:

  • Hipotensi.

Tekanan darah rendah mengakibatkan aliran darah ke beberapa organ tidak maksimal termasuk ke otak. Hipotensi sering disepelekan oleh masyarakat karena umumnya diaporesis dan gejala lain akan membaik dengan sendirinya, namun jika tekanan darah turun secara signifikan atau drop, pasokan oksigen ke otak bisa terhambat dan menyebabkan mati otak.

  • Nyeri.

Merasakan nyeri yang hebat juga bisa menjadi penyebab seseorang mengalami diaporesis. Contoh sakit atau nyeri yang bisa menjadi penyebabnya yaitu cidera patah tulang, nyeri pasca operasi dan amputasi.

  • Stress.

Seseorang yang sedang mengalami stress akibat pekerjaan, pendidikan dan sebagainya, bisa menjadi penyebab munculnya keringat yang tidak wajar dalam jumlah banyak. hal ini terjadi karena stress memicu hormon untuk mengeluarkan keringat meski tidak berada di wilayah panas.

  • Hipoksia.

Hipoksia merupakan kondisi dimana otak mengalami kekurangan oksigen karena berada di lingkungan yang minim udara seperti di ketinggian. Seorang pendaki gunung atau pengendara paralayang memiliki resiko mengalami syok sehingga diperlukan perhitungan yang tepat terhadap kondisi udara dan ketinggian yang akan dilalui sebelum melakukan hobinya.

Dari beberapa penyebab keluarnya keringat secara tidak wajar tersebut, penanganan penderita sendiri bermacam-macam tergantung penyebabnya. Bagi yang berkeringat karena stress, sebaiknya segera duduk dan menenangkan diri. Menghirup udara panjang akan membantu mengatasi keringat berlebihan. Sedangkan bagi yang memiliki kondisi hipotensi, sebaiknya segera duduk bahkan berbaring agar jantung sejajar dengan otak sehingga dapat mengalirkan darah dengan lebih baik. Minum minuman manis karena pemilik kadar gula darah rendah juga lebih beresiko terkena syok dan berkeringat.

Penyebab keringat dingin memang ada yang biasa, namun ada juga yang berbahaya. Jadi kapan Anda harus memeriksakannya ke dokter? Lakukan pemeriksaan jika keringat tersebut muncul berulang kali dan disertai dengan rasa pusing hingga nyeri. Dikhawatirkan Anda memiliki tekanan darah rendah atau kadar gula darah yang terlalu rendah sehingga memerlukan perawatan intensif.